Ranpur Buatan Anak Negeri

Ada beberapa macam ranpur yang telah dibuat oleh anak negeri untuk kepentingan TNI dalam menjaga negeri ini

Pesawat SU-30

Pesawat dari keluarga Sukhoi ini pesawat MultiRole buatan Rusia yang melengkapi angkatan peralatan Tempur TNI AU

Senapan Serbu (SS2) V5 Buatan PT Pindad

Senapan SS2 buatan Pindad yang telah mengantarkan Militer Indonesia menjuari kejuaraan Tembak di beberapa Negara

Kapal Trimaran

Kapan Cepat Rudal yang akan di produksi oleh Indonesia di Banyuwangi pada tahap kedua dimana yang tahap pertama kapal tersebut telah terbakar.

Showing posts with label PTDI. Show all posts
Showing posts with label PTDI. Show all posts

Monday, April 13, 2015

Pesawat Baru Gagasan PT DI Bakal Mirip KRL

Pesawat komersial baru yang digagas PT Dirgantara Indonesia punya konsep berbeda dengan biasanya. Bukan mengandalkan ketangguhan teknologi seperti umumnya pesawat baru dibuat, melainkan mengandalkan kekuatannya melayani penumpang.

Presiden Direktur PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso, mengungkapkan, pesawat baru itu ditargetkan akan melayani rute-rute pendek, misalnya Tanjung Karang - Palembang, Jakarta - Cirebon, dan lainnya.

Pesawat yang diberi nama N-245 itu mungkin saja punya target tujuan akhir sama jauhnya dengan pesawat biasa namun memiliki beberapa pemberhentian untuk menurunkan dan menaikkan penumpang di titik tersebut. Istilahnya, multi hop atau spoke to spoke.

Sebagai contoh, pesawat terbang dari Jakarta dengan target akhir Surabaya. Namun, pesawat tersebut berhenti di Cirebon dan Semarang untuk naik turun penumpang. "Jadi seperti KRL," kata Budi saat ditemui di National Innovation Forum di Puspiptek Serpong, Senin (13/4/2015).

Ya, mungkin sekarang sudah ada pesawat yang melayani jarak tertentu dengan pemberhentian di antaranya. Namum, rute N-245 bakalan lebih pendek, maksimal hanya 200 mil laut sekali terbang.

Budi mengatakan, N-245 awalnya bisa dikonsentrasikan ke rute pendek dengan minat penumpang kecil. Namun di masa depan, pesawat tersebut bisa dioperasikan lebih luas. Budi percaya, minat warga Indonesia untuk naik pesawat walaupun dengan jarak pendek bakal tumbuh.

Direncanakan memiliki kapasitas angkut 50 penumpang. N-245 diharapkan mampu bersaing dengan pesawat jenis ATR 42 dan Q 300. Syukur jika N-245 juga bisa menggantikan pesawat seperti ATR 72 yang kini dipakai maskapai macam Garuda Indonesia untuk rute pendek.

Budi menuturkan, N-245 adalah pengembangan dari CN-235. Sayap pesawat tersebut akan menggunakan sayap yang sebelumnya dikembangkan untuk CN-235. Untuk badan pesawat, dasarnya adalah badan CN-235 yang kemudian dimodifikasi bagian ekornya.

Saat ini, N-245 tengah memasuki tahap perencanaan. Ke depan, akan ada simulasi dan evaluasi secara ekonomi sebelum pengembangannya. Bila memang memungkinkan secara ekonomi, N-245 akan mulai dikembangkan tahun depan.

Budi mengatakan, pengembangan N-245 bakal lebih murah. Bila pengembangan pesawat N-250 sudah menelan biaya hampir 2 miliar dollar AS, pengembangan N-245 hanya akan menelan biaya sekitar 150 juta dollar AS.

Ia juga menambahkan, keuntungan pengembangan juga akan dicapai lebih cepat. Dengan adanya 50 - 70 pembelian saja, keuntungan sudah akan didapat. "Sekarang waktunya kita juga harus berpikir ekonomi," kata Budi.  

Sumber: Kompas

Sunday, April 12, 2015

Membumikan Mimpi Propelan

Energetic Material Center (PT. Dahana)

Digagas sejak lima tahun silam, pembangunan pabrik bahan bakar pendorong roket (propelan) pertama di Indonesia akhirnya terwujud pada tahun ini. Tak mudah bagi PT DAHANA (Persero) merealisasikan industri yang sarat dengan teknologi tinggi ini. Masih dianggap sebagai produk yang belum banyak diminati pasar dan nilai investasi tinggi, membuat industri propelan hanya dimiliki segelintir pemain di dunia.

Kendati demikian, hal tersebut tak lantas menyurutkan langkah DAHANA merealisasikan industri propelan di dalam negeri. Tanpa mengesamping aspek bisnis, pembangunan pabrik propelan ditujukan sebagai sabagai salah satu lokomotif utama kemandirian industri pertahanan dalam negeri. Sesuai dengan transformasi perusahaan menjadiserving the nation better, dari sebelumnya serving your company better, pembangunan industri propelan akan mendorong industri alutsista terkait lainnya dan tidak lagi bergantung pada propelan impor.

Berbagai langkah strategis pun telah disusun untuk memuluskan proyek senilai lebih dari US$ 300 juta ini. Pengembangan pasar, inovasi teknologi, hingga penyiapan SDM terus dikebut BUMN bahan peledak ini sejak tahun lalu.  Berikut petikan wawancara DFile DAHANA dengan Anggaria Maharani dari Bagian Pengembangan Produk yang sekaligus menangani propelan.


Anggaria Maharani, Pengembangan Produk PT DAHANA (Persero)

Apa rencana strategis jangka panjang pengembangan propelan?
Pengembangan propelan di DAHANA  jangka pendek (1 s.d 2 tahun) adalah penelitian dan pengembangan prototipe Nitrogliserin (NG) yang digunakan sebagai bahan baku propelan double/triple base.  Rencana pengembangan NG diharapkan pada tahun 2015 ini dapat terealisasi.

Sedangkan jangka menengah (2 s.d 5 tahun), rencana pembangunan dilakukan untukdouble base propellant untuk munisi kaliber kecil (spherical powder) dan double base propellant untuk roket menggunakan metode extruded double base (EDB). Sementara, rencana pengembangan jangka panjang atau lima tahun ke depan di antaranya pengembangan Composite propellan,  Rocket motor, Single base dan multibase propellant untuk munisi kaliber besar, dan high explosives, energetic nitrocellulose untukmilitary purposes

Bagaimana langkah penyediaan SDM untuk indutri propelan Dahana?
Sumber daya manusia (SDM) disipakan melalui pelatihan (training) dan OJT pada saat proyek berlangsung. Teoritical dan practical training dapat dilaksanakan didalam maupun luar Indonesia untuk membangun kompetensi yang handal dalam bahan peledak khususnya propelan. Salah satu training yang telah dijalankan terkait Industri propelan, DAHANA bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi mengadakan lokakarya teknologi propelan yang mengusung tema menuju Indonesia mandiri. Diharapkan Industri propelan dapat terwujud di Indonesia dengan peran sinergi akademisi, pemerintah dan industri.

Pasar yang sudah ada saat ini, dan target pasar yang disasar ke depan?
Pasar propelan dalam negeri yang sudah ada saat ini digunakan oleh kementerian pertahanan seperti marinir untuk pengembangan roket pertahanan (Rhan 122),spherical powder untuk munisi kaliber kecil yang merupakan kebutuhan PT Pindad dalam mendukung kebutuhan operasi TNI & POLRI. Selain untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri, ASEAN sebagai pasar propelan akan dijajaki sebagai target pengembangan ke depan.

Kendala dalam pembangunan pabrik propelan?
Kendala utama dalam pembangunan pabrik propelan adalah mengenai dana. Kebutuhan investasi dalam pembangunan pabrik propelan yang tinggi perlu mendapatkan bantuan dana atau modal kerja awal dari pemerintah. Diperlukan juga fasilitas-fasilitas dari pemerintah yang mendukung investasi yang nilainya besar seperti: tax holiday, pembebasan bea masuk, dan sebagainya. Selain dana, penyiapan sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor penting sehingga diperlukan adanya road map dalam penyiapan SDM yang handal dalam segala lini.



Nilai tambah propelan Dahana dibanding produsen propelan lain di dunia?
Pertimbangan utama dalam pembangunan pabrik propelan ini adalah kemandirian pasokan propelan. Kemandirian pasokan propelan ini dapat meningkatkan kecepatan dan fleksibiltas produksi dalam negeri, tidak bergantung pada impor dan mengurangi potensi adanya embargo. Sedangkan dilihat dari sisi harga ini bergantung pada investasi dan serapan pasar.

Bagaimana aspek safety pabrik dan penyimpanan?
Meskipun propelan termasuk dalam low explosives, potensial ledakan dalam site seperti bangunan proses dan penyimpanan bahan peledak dapat terjadi. Aspek keselamatan bangunan proses dan penyimpanan harus diatur dan dipastikan jumlah bahan peledak yang diijinkan serta dihitung jarak aman antar bangunan. Evaluasi estimasi jumlah bahan peledak dalam masing-masing bagian atau bangunan dihitung berdasarkan standar internasional jarak aman.

Ketersediaan bahan mentah?
Bahan baku propelan dapat dipenuhi dalam negeri seperti gliserin, nitroselulosa, asam nitrat dan asam sulfat. Khusus untuk nitroselulosa, bahan baku yang tersedia dalam negeri penggunaannya masih untuk komersial grade, diperlukan peningkatan kadar Nitrogen yang lebih tinggi untuk dapat digunakan dalam aplikasi militer. Pada tahap jangka panjang pengembangan teknologi Energetic nitrocellulose untuk military purposes akan dilakukan.

Apa saja bentuk dukungan nyata pemerintah ?
Dukungan nyata yang diharapkan oleh pemerintah adalah subsidi biaya investasi dan modal kerja untuk pembangunan pabrik propelan. Hal lain yang dapat diperoleh berupa dukungan penyediaan fasilitas fiskal dan lainnya sesuai peraturan perundangan yang berlaku seperti bantuan pembebasan pajak bea masuk peralatan pabrik, pembebasan pajak, penyertaan modal pemerintah, subsidi dll.


Produk turunan atau lain apa saja yang  dapat dikembangkan dari propelan?
Produk lain yang dapat dikembangkan dari propelan antara lain air bag pada mobil (automotive airbag), bahan pendorong ejection seat, gas generator grain, gas gun yang melepaskan gas tekanan tinggi untuk merekahkan (fracturing) batuan atau High Energy Gas Fracturing, nama lain yang sering digunakan dalam industri minyak dan gas aerosol spray cans (Aerosol spray propellant).

Bentuk ToT dari perusahaan Perancis?
DAHANA akan menerima exclusive licence untuk digunakan di Indonesia berupa general know how terkait dengan produk yang akan diproduksi. General know how yang dimaksud berupa design, drwaing, pengoperasian pabrik, speksifikasi teknis, kontrol kualitas sampai dengan bantuan teknis dan pelatihan terkait dengan spherical powderataupun extruded double base (EDB). Bentuk lain yang diberikan adalah pengembangan kemampuan sumber daya manusia, knowledge, teknologi dan metode dalam manufaktur.



Sumber : Dahana.com | JKGR
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com