Ranpur Buatan Anak Negeri

Ada beberapa macam ranpur yang telah dibuat oleh anak negeri untuk kepentingan TNI dalam menjaga negeri ini

Pesawat SU-30

Pesawat dari keluarga Sukhoi ini pesawat MultiRole buatan Rusia yang melengkapi angkatan peralatan Tempur TNI AU

Senapan Serbu (SS2) V5 Buatan PT Pindad

Senapan SS2 buatan Pindad yang telah mengantarkan Militer Indonesia menjuari kejuaraan Tembak di beberapa Negara

Kapal Trimaran

Kapan Cepat Rudal yang akan di produksi oleh Indonesia di Banyuwangi pada tahap kedua dimana yang tahap pertama kapal tersebut telah terbakar.

Sunday, April 12, 2015

Pemboman di Sinai, 13 prajurit-warga sipil tewas

Al-Arish, Mesir (ANTARA News) - Dua pemboman berdarah di Provinsi Sinai Utara, Mesir, Minggu (12/4), menewaskan 13 personel polisi serta militer dan satu warga sipil, selain melukai sebanyak 47 orang.

Seorang pembom bunuh diri yang mengemudikan mobil yang diisi peledak menabrak satu kantor utama polisi di Kota Al-Arish, Sinai Utara, menewaskan delapan orang, membuat sebanyak 45 orang lagi luka parah dan merusak sejumlah rumah di dekatnya, kata beberapa sumber medis dan keamanan kepada Xinhua.

Kementerian Dalam Negeri Mesir menyatakan delapan orang yang tewas terdiri atas tujuh polisi dan satu warga sipil.

Petugas pemadam dan pekerja pertolongan bergegas ke lokasi kejadian, sementara petugas polisi menutup jalan tempat serangan itu terjadi, demikian laporan Xinhua di Jakarta, Senin pagi.

Jaksa Agung Mesir juga memerintahkan penyelidikan mengenai serangan tersebut untuk mengungkap pelakunya.

Pemboman itu terjadi beberapa jam setelah enam prajurit militer tewas ketika satu bom pinggir jalan di zona militer di Kota Sheikh Zuweid, Sinai Utara, meledakkan satu kendaraan lapis baja militer yang membawa prajurit yang sedang tidak bertugas dari kamp mereka.

Pada Ahad pagi, satu mobil yang diisi bom meledak di dekat satu tempat ibadah di Kota Zagazig, sebelah utara Ibu Kota Mesir, Kairo. Tak ada laporan mengenai korban cedera atau kerusakan akibat peristiwa itu.

Ledakan pada Ahad terjadi sehari setelah satu pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman mati atas pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohamed Badie dan 13 lagi anggota kelompok terlarang tersebut serta hukuman penjara seumur hidup atas 37 anggota Ikhwanul Muslimin yang menghadapi tuntutan melakukan kekerasan.

Pemimpin spiritual Ikhwanul Muslimin itu dan terpidana lain dihukum karena mengelola ruang operasi guna mengerahkan anggota kelompok tersebut untuk menyerang pasukan keamanan dan menyebar kekacauan setelah pembubaran dua aksi-duduk utama di Kairo pada Agustus 2013.

Ansar Bayt Al-Maqdis, yang berpusat di Sinai dan belum lama ini menyampaikan janji setia kepada kelompok fanatik Negara Islam (IS), mengaku bertanggung-jawab atas sebagian besar serangan anti-pemerintah di Mesir.

Operasi militer meningkat, terutama, di daerah bergolak Semenanjung Sinai setelah penggulingan presiden Mohamed Moursi oleh militer sebagai reaksi atas protes massal terhadap kekuasaan satu-tahunnya pada 2013.

Kelompok pemrotes menyatakan serangan itu, yang terutama ditujukan kepada militer dan polisi, adalah pembalasan terhadap pembubaran dua aksi duduk pro-Moursi oleh petugas keamanan sehingga menewaskan hampir 1.000 orang.

Pada awal April, sedikitnya 15 prajurit militer dan empat warga sipil tewas dan sebanyak 40 orang lagi cedera dalam serangkaian serangan bersenjata terhadap beberapa pos pemeriksaan di Kota Sheikh Zuweid, sementara serangan pasukan keamanan pada hari yang sama menewaskan tak kurang dari 55 gerilyawan.

Sumber: AntaraNews

BATAN Bakal Bangun PLTN Mini Non Komersial di Serpong

Ilustrasi
Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) mini non komersial di Serpong, Tangerang Selatan. Hal ini sebagai salah satu cara mensosialisasikan nuklir sebagai energi alternatif untuk pembangunan pembangkit listrik.‎ "Ini (pembangunan PLTN mini) sebagai bentuk sosialisasi kita bahwa PLTN itu aman dan efisien," ujar ‎Kepala BATAN‎ Djarot Sulistio Wisnubroto dalam Diskusi Energi Kita di Jakarta, Minggu (12/4/2015). Sementara itu Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir mengungkapkan, selama ini dalam melakukan sosialisasi mengenai potensi nuklir sebagi salah satu energi alternatif melalui pemberitaan dan datang ke lokasi-lokasi potensial untuk dibangun PLTN. Namun saat ini, pemerintah memilih untuk mengenalkan nuklir layaknya pengenalan pariwisata. "Masyarakat Indonesia kan tidak percaya kalau tidak melihat bentuknya‎. Mereka takut seperti di Fukushima (bencana nuklir di Jepang). Makanya kita bentuk nanti seperti pariwisata elektronik di Serpong," tandas dia. Sekadar informasi, pembangunan PLTN tersebut membutuhkan dana sekitar Rp1,6 triliun untuk jangka waktu pembangunan lima tahun.(dol).

Sumber: sindonews  

Russian Railways Tantatangani Kontrak Pembangunan Rel Kereta di Kalimantan

Sidang Komisi Bersama (SKB) Indonesia dan Rusia di kota Kazan, Republik Tatarstan. [Elizaveta Moskvina]★

Russian Railways dan Thai Banpu Public Company telah menandatangani memo kesepakatan untuk membangun infrastruktur rel dan terminal laut batu bara di Kalimantan. Dokumen tersebut ditandatangani di hadapan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev dan Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-ocha, demikian dilaporkan TASS, Rabu (8/4). "Realisasi proyek ini akan memberikan dorongan kuat untuk pertumbuhan di seluruh pulau Kalimantan," kata Presiden Direktur PT Kereta Api Borneo Andrey Shigaev. PT KAB adalah perusahaan yang mengoperasikan infrastruktur rel kereta api, terutama membangun rel kereta untuk keperluan pengangkutan batu bara di Kalimantan. PT KAB didukung penuh oleh perusahaan kereta api terbesar di dunia asal Rusia, Russian Railways. Rencana operasional PT KAB di Kalimantan Timur akan menghubungkan Kutai Barat, Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Balikpapan. Selama ini, jutaan ton batu bara diangkut menggunakan kapal tongkang besar dengan susah payah melewati sungai-sungai di Kalimantan. Untuk sampai ke sungai, batu bara dari tambang di Kutai harus diangkut menggunakan truk. Hal tersebut tentu memakan banyak waktu. Dampaknya, Kalimantan Tengah hanya dapat menghasilkan 3,5 juta ton batu bara dalam setahun. Sementara, di wilayah Kalimantan Timur tambang batu bara tanpa jalur kereta api tidak menguntungkan sama sekali. Oleh sebab itu, kehadiran jalur kereta api sangat diperlukan. Selain rel kereta api dan komponen bergeraknya, ada pula rencana pembangunan terminal laut untuk pengangkutan batubara dengan kapal dan pembangkit listrik tenaga batu bara. Di sepanjang jalan akan ada kabel optik untuk internet berkecepatan tinggi dan kabel tegangan tinggi yang menjamin kestabilan pasokan listrik. Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai sekitar 2,5 miliar dolar AS. Menurut keterangan Shigaev, jika pembangunan tidak tertunda, pengangkutan pertama batu bara ke pelabuhan melalui jalur kereta api sudah bisa dilakukan pada 2018.   

Sumber: RBTH

RUSIA Kembali Tawarkan Kembali Pengembangan Tenaga Nuklir Kepada Indonesia

Menteri Perdagangan dan Industri Rusia Denis Manturov.
Foto: Galuh Yudistiranto★
Rusia siap mengembangkan kerja sama di bidang teknologi nuklir ramah lingkungan dengan Indonesia. Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan dan Industri Rusia Denis Manturov saat ditemui di Sidang Komisi Bersama (SKB) Indonesia dan Rusia di kota Kazan, Republik Tatarstan (9/4). Menurut Manturov, Rusia memiliki teknologi yang andal di bidang ini dan siap untuk bepartisipasi dalam penciptaan fasilitas nuklir di Indonesia. Manturov mencatat, dasar hukum kerja sama pengembangan teknologi nuklir dengan Indonesia sudah ada sejak 2011. Sementara, perusahaan Rosatom dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) pernah menandatangani kontrak pada tahun 2006 untuk kerja sama di bidang teknologi atom ramah lingkungan. Dalam forum bisnis tersebut, Rosatom menawarkan pembagunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia berkapasitas menengah dan rendah. Persiapan pembangunan PLTN ini diperkirakan akan memakan waktu 2-3 tahun. Sementara, untuk pembangunan PLTN akan dibutuhkan waktu selama 5-7 tahun. Rusia dikenal memiliki teknologi yang sangat baik di bidang nuklir. Selain itu, Rusia juga telah membantu pembangunan PLTN di berbagai negara. Belum lama ini, Rusia telah menandatangani kontrak pembangunan PLTN di India dan Vietnam untuk meningkatkan kerja sama penggunaan nuklir secara damai. Rosatom juga memberikan opsi kredit bagi negara yang ingin membangun PLTN. Vietnam adalah contoh salah satu negara yang menggunakan opsi kredit untuk membangun PLTN.  

Bukan Tawaran Pertama  
Pada akhir Desember 2014 lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil menyatakan pemerintah Indonesia menolak tawaran dari Rusia untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Seperti dikutip oleh Kompas.com, menurut Sofyan, sumber energi tenaga nuklir masih mengundang pro-kontra di Indonesia. “Pihak Rusia mengusulkan proyek kapasitas listrik nuklir. Saya bilang itu masih jauh, kita belum memikirkan hal itu,” kata Sofyan, Senin (22/12). Menanggapi penolakan ini, dalam konferensi pers yang digelar pada Januari lalu di kediaman Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Duta Besar Rusia Mikhail Galuzin menyebutkan bahwa pihaknya tak bisa mengomentari penolakan tawaran pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia. “Itu hak pemerintah Indonesia,” kata Galuzin. Sementara, meski dinyatakan belum siap, rencana pembangunan PLTN di Indonesia telah tertuang dalam UU Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. Berdasarkan UU tersebut, pada 2019 Indonesia harus sudah memiliki PLTN.

Sumber: RBTH

Membumikan Mimpi Propelan

Energetic Material Center (PT. Dahana)

Digagas sejak lima tahun silam, pembangunan pabrik bahan bakar pendorong roket (propelan) pertama di Indonesia akhirnya terwujud pada tahun ini. Tak mudah bagi PT DAHANA (Persero) merealisasikan industri yang sarat dengan teknologi tinggi ini. Masih dianggap sebagai produk yang belum banyak diminati pasar dan nilai investasi tinggi, membuat industri propelan hanya dimiliki segelintir pemain di dunia.

Kendati demikian, hal tersebut tak lantas menyurutkan langkah DAHANA merealisasikan industri propelan di dalam negeri. Tanpa mengesamping aspek bisnis, pembangunan pabrik propelan ditujukan sebagai sabagai salah satu lokomotif utama kemandirian industri pertahanan dalam negeri. Sesuai dengan transformasi perusahaan menjadiserving the nation better, dari sebelumnya serving your company better, pembangunan industri propelan akan mendorong industri alutsista terkait lainnya dan tidak lagi bergantung pada propelan impor.

Berbagai langkah strategis pun telah disusun untuk memuluskan proyek senilai lebih dari US$ 300 juta ini. Pengembangan pasar, inovasi teknologi, hingga penyiapan SDM terus dikebut BUMN bahan peledak ini sejak tahun lalu.  Berikut petikan wawancara DFile DAHANA dengan Anggaria Maharani dari Bagian Pengembangan Produk yang sekaligus menangani propelan.


Anggaria Maharani, Pengembangan Produk PT DAHANA (Persero)

Apa rencana strategis jangka panjang pengembangan propelan?
Pengembangan propelan di DAHANA  jangka pendek (1 s.d 2 tahun) adalah penelitian dan pengembangan prototipe Nitrogliserin (NG) yang digunakan sebagai bahan baku propelan double/triple base.  Rencana pengembangan NG diharapkan pada tahun 2015 ini dapat terealisasi.

Sedangkan jangka menengah (2 s.d 5 tahun), rencana pembangunan dilakukan untukdouble base propellant untuk munisi kaliber kecil (spherical powder) dan double base propellant untuk roket menggunakan metode extruded double base (EDB). Sementara, rencana pengembangan jangka panjang atau lima tahun ke depan di antaranya pengembangan Composite propellan,  Rocket motor, Single base dan multibase propellant untuk munisi kaliber besar, dan high explosives, energetic nitrocellulose untukmilitary purposes

Bagaimana langkah penyediaan SDM untuk indutri propelan Dahana?
Sumber daya manusia (SDM) disipakan melalui pelatihan (training) dan OJT pada saat proyek berlangsung. Teoritical dan practical training dapat dilaksanakan didalam maupun luar Indonesia untuk membangun kompetensi yang handal dalam bahan peledak khususnya propelan. Salah satu training yang telah dijalankan terkait Industri propelan, DAHANA bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi mengadakan lokakarya teknologi propelan yang mengusung tema menuju Indonesia mandiri. Diharapkan Industri propelan dapat terwujud di Indonesia dengan peran sinergi akademisi, pemerintah dan industri.

Pasar yang sudah ada saat ini, dan target pasar yang disasar ke depan?
Pasar propelan dalam negeri yang sudah ada saat ini digunakan oleh kementerian pertahanan seperti marinir untuk pengembangan roket pertahanan (Rhan 122),spherical powder untuk munisi kaliber kecil yang merupakan kebutuhan PT Pindad dalam mendukung kebutuhan operasi TNI & POLRI. Selain untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri, ASEAN sebagai pasar propelan akan dijajaki sebagai target pengembangan ke depan.

Kendala dalam pembangunan pabrik propelan?
Kendala utama dalam pembangunan pabrik propelan adalah mengenai dana. Kebutuhan investasi dalam pembangunan pabrik propelan yang tinggi perlu mendapatkan bantuan dana atau modal kerja awal dari pemerintah. Diperlukan juga fasilitas-fasilitas dari pemerintah yang mendukung investasi yang nilainya besar seperti: tax holiday, pembebasan bea masuk, dan sebagainya. Selain dana, penyiapan sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor penting sehingga diperlukan adanya road map dalam penyiapan SDM yang handal dalam segala lini.



Nilai tambah propelan Dahana dibanding produsen propelan lain di dunia?
Pertimbangan utama dalam pembangunan pabrik propelan ini adalah kemandirian pasokan propelan. Kemandirian pasokan propelan ini dapat meningkatkan kecepatan dan fleksibiltas produksi dalam negeri, tidak bergantung pada impor dan mengurangi potensi adanya embargo. Sedangkan dilihat dari sisi harga ini bergantung pada investasi dan serapan pasar.

Bagaimana aspek safety pabrik dan penyimpanan?
Meskipun propelan termasuk dalam low explosives, potensial ledakan dalam site seperti bangunan proses dan penyimpanan bahan peledak dapat terjadi. Aspek keselamatan bangunan proses dan penyimpanan harus diatur dan dipastikan jumlah bahan peledak yang diijinkan serta dihitung jarak aman antar bangunan. Evaluasi estimasi jumlah bahan peledak dalam masing-masing bagian atau bangunan dihitung berdasarkan standar internasional jarak aman.

Ketersediaan bahan mentah?
Bahan baku propelan dapat dipenuhi dalam negeri seperti gliserin, nitroselulosa, asam nitrat dan asam sulfat. Khusus untuk nitroselulosa, bahan baku yang tersedia dalam negeri penggunaannya masih untuk komersial grade, diperlukan peningkatan kadar Nitrogen yang lebih tinggi untuk dapat digunakan dalam aplikasi militer. Pada tahap jangka panjang pengembangan teknologi Energetic nitrocellulose untuk military purposes akan dilakukan.

Apa saja bentuk dukungan nyata pemerintah ?
Dukungan nyata yang diharapkan oleh pemerintah adalah subsidi biaya investasi dan modal kerja untuk pembangunan pabrik propelan. Hal lain yang dapat diperoleh berupa dukungan penyediaan fasilitas fiskal dan lainnya sesuai peraturan perundangan yang berlaku seperti bantuan pembebasan pajak bea masuk peralatan pabrik, pembebasan pajak, penyertaan modal pemerintah, subsidi dll.


Produk turunan atau lain apa saja yang  dapat dikembangkan dari propelan?
Produk lain yang dapat dikembangkan dari propelan antara lain air bag pada mobil (automotive airbag), bahan pendorong ejection seat, gas generator grain, gas gun yang melepaskan gas tekanan tinggi untuk merekahkan (fracturing) batuan atau High Energy Gas Fracturing, nama lain yang sering digunakan dalam industri minyak dan gas aerosol spray cans (Aerosol spray propellant).

Bentuk ToT dari perusahaan Perancis?
DAHANA akan menerima exclusive licence untuk digunakan di Indonesia berupa general know how terkait dengan produk yang akan diproduksi. General know how yang dimaksud berupa design, drwaing, pengoperasian pabrik, speksifikasi teknis, kontrol kualitas sampai dengan bantuan teknis dan pelatihan terkait dengan spherical powderataupun extruded double base (EDB). Bentuk lain yang diberikan adalah pengembangan kemampuan sumber daya manusia, knowledge, teknologi dan metode dalam manufaktur.



Sumber : Dahana.com | JKGR

TNI AU Bakal Tambah Empat Skuadron Baru

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) berencana menambah empat skuadron tempur baru untuk menjaga kedaulatan wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kemungkinan besar, skuadron baru tersebut akan dibentuk di wilayah timur Indonesia. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Hadi Tjahjanto membenarkan ada rencana penambahan rencana empat skuadron baru tersebut.  Dalam rencana strategis (renstra) yang disusun, TNI AU akan memiliki 11 skuadron pesawat tempur. Saat ini skuadron yang telah terbentuk baru ada tujuh dengan kekuatan di masing-masing skuadron sebanyak 16 pesawat tempur dari berbagai jenis. ”Sehingga masih kurang empat skuadron lagi. Ini akan dibentuk sampai rencana strategis (renstra) ketiga.  Saat ini kita masih berada di renstra kedua, mudah-mudahan mulai 2019 sampai 2024 keinginan kita untuk membentuk 11 skuadron tempur bisa terwujud. Namun, harus diingat bahwa renstra ini berbasis pada minimum essential force (MEF), bukan pada kondisi ideal,” ungkap Hadi di Jakarta kemarin.  Rencana itu termasuk pembentukan enam skuadron angkut, empat skuadron helikopter, dan skuadron pengintaian. Hadi menambahkan, saat ini keberadaan skuadron pesawat tempur milik TNI AU terkonsentrasi di bagian tengah, dalam hal ini Pulau Jawa. Kemudian di bagian barat yakni Pekanbaru, Riau yang sudah ada 1 skuadron F-16.  ”Skuadron tersebut juga bisa diback up oleh skuadron yang ada di Pontianak, Kalimantan Barat. Barang kali evaluasi itu akan ke timur, tapi semua itu akan dilihat dari tren dan spektrum ancaman,” ungkapnya.  Pengamat militer Universitas Indonesia (UI) Wawan Purwanto menilai, penambahan skuadron tempur merupakan hal yang wajar untuk diwujudkan dan kebutuhan yang selayaknya harus dimiliki dalam rangka menuju pada kekuatan minimum.  ”Selama ini banyak kejadian yang tidak kita inginkan karena sistem pertahanan udara kita keropos dan alutsista yang dimiliki terbatas ditambah pesawat yang ada sudah berumur,” katanya.

Sumber: Sindonews

Menko Sofyan Kunjungi Pabrik Helikopter Terbesar Dunia di Rusia

Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan dan Industri Rusia, Denis Manturov Presiden Tatarstan, serta didampingi Deputi Menko Perekonomian, Rizal Affandi Lukman, Dubes Indonesia untuk Rusia, Djauhari Oratmangun, dan para delegasi lainnya meninjau perusahaan pabrik helikopter Rusia salah satu yang terbesar di dunia, Kazan Helicopter Plant JSC, pekan lalu. Kegiatan ini bagian dari rangkaian kegiatan Menko Sofyan dalam sidang Komisi Bersama (SKB) ke-10 Indonesia-Rusia, 9 April 2015 lalu. Demikian keterangan tertulis KBRI Moskow​ yang diterima detikFinance, Minggu (12/4/2015) Dalam kunjungan ke perusahaan Kazan Helicopter Plant, para delegasi melihat berbagai jenis helikopter dan berbagai modifikasi jenis helikopter, yang dapat digunakan untuk sipil dan militer. Delegasi Indonesia juga berkunjung ke Eidos Center of Medical Centre, yang dimiliki oleh Kazan Federal University. Eidos Center of Medical Centre, merupakan suatu pusat stimulator kedokteran medis untuk para mahasiswa yang belajar kedokteran dapat melakukan praktek operasi dengan dukungan teknologi yang menarik.  






Menteri Sofyan Djalil dan sebagian delegasi Indonesia telah meninggalkan Rusia tanggal 10 April 2015 lalu, sementara sebagian pengusaha dari Indonesia masih melanjutkan pembicaraan dengan para mitranya dari Rusia, baik yang baru ditemui di Kazan, maupun yang telah melakukan komunikasi sebelum pehelatan di Kazan. Terima kasih kazan, yang telah menjamu Indonesia dengan sangat baik. Indonesia dan Rusia juga sepakat untuk meningkatkan nilai perdagangan dan investasi antar kedua negara, mengingat bahwa produk kedua negara saling komplementer dan tidak bersaing satu sama lainnya. 

Sumber : Detik
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com