Ranpur Buatan Anak Negeri

Ada beberapa macam ranpur yang telah dibuat oleh anak negeri untuk kepentingan TNI dalam menjaga negeri ini

Pesawat SU-30

Pesawat dari keluarga Sukhoi ini pesawat MultiRole buatan Rusia yang melengkapi angkatan peralatan Tempur TNI AU

Senapan Serbu (SS2) V5 Buatan PT Pindad

Senapan SS2 buatan Pindad yang telah mengantarkan Militer Indonesia menjuari kejuaraan Tembak di beberapa Negara

Kapal Trimaran

Kapan Cepat Rudal yang akan di produksi oleh Indonesia di Banyuwangi pada tahap kedua dimana yang tahap pertama kapal tersebut telah terbakar.

Friday, April 10, 2015

Pindad Terima Pesanan Retrofit Kendaraan Tempur

Tak hanya mampu membangun, PT Pindad sanggup menerima pesanan retrofit kendaraan tempur. "Pasar untuk retrofit atau menambah kemampuan sebuah kendaraan tempur itu ada. Nggak sedikit negara yang menginginkan adanya modernisasi senjata pada kendaraan tempur yang dimiliki," kata Direktur Utama Pindad Silmy Karim, beberapa waktu lalu. Saat ini, dia mengaku ada dua negara sahabat yang ingin memperbaiki kendaraan tempurnya di Pindad. Berbekal kapabilitas yang ada, industri pertahanan Indonesia ini mampu bersaing dengan pabrikan lainnya. Silmy menyebutkan, pihaknya terus mencari peluang, baik itu untuk kebutuhan domestik maupun mancanegara. Pihaknya, lanjut Silmy, terbuka untuk melakukan kerja sama investasi, produksi, hingga pemasaran kendaraan tempur dan persenjataan. "Sekarang kita juga ikut dalam beberapa tender di luar negeri," imbuhnya. Lebih jauh dia mengatakan untuk jual-beli senjata itu masing-masing negara yang terlibat harus memiliki hubungan baik secara diplomatik. Selain itu, persenjataan yang dibutuhkan suatu negara itu harus sesuai dengan kondisi medan di lapangan. Saat ini, produk Pindad dipakai oleh sejumlah kesatuan militer di berbagai negara. Artinya, kendaraan tempur dan senjata buatan Indonesia itu sudah go internasional. Tahun ini, kata dia, sejumlah negara menyatakan deal akan membeli produk prima buatan perusahaan industri dan manufaktur pembuatan produk militer dan komersial Indonesia. PT Pindad siap menjadi tuan rumah perhelatan Armoured Vehicle Asia 2015 yang bakal digelar akhir April ini. Konferensi tentang kendaraan tempur yang digelar secara rutin itu bakal dihadiri sejumlah negara dari lima benua. Silmy Karim mengatakan, acara tersebut digelar pada 28-29 April mendatang di Crowne Plaza Jakarta. "Acara itu akan dihadiri para produsen, pengguna, dan pengambil kebijakan dari berbagai negara. Para stakeholder itu akan terlibat dalam konferensi untuk membicarakan tentang kendaraan tempur dan persenjataan," kata Silmy.

Sumber: Inilah

Presiden Tiongkok akan hadiri peringatan Konferensi Asia Afrika

Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia Xie Feng mengatakan kehadiran Presiden RRT Xi Jinping di Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) menunjukkan dukungan politik Tiongkok kepada Indonesia "Kehadiran Presiden Xi Jinping di Peringatan KAA merupakan wujud dukungan politik kami kepada Indonesia," kata Duta Besar Xie dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta, Jumat. "Tiongkok dan Indonesia adalah sahabat baik, dengan hubungan yang saat ini lebih kuat dari yang sebelum-sebelumnya," tambahnya. Dalam Peringatan KAA dan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika nanti, kata Xie, Tiongkok akan mempresentasikan mengenai proposal tentang hubungan kerja sama negara Asia-Afrika di masa mendatang, sekaligus posisi Tiongkok sendiri dalam hubungan tersebut. Duta Besar Xie juga mengharapkan munculnya pemahaman baru tentang Semangat Bandung dalam Peringatan KAA. Menurut dia, Semangat Bandung telah menjadi salah satu peristiwa penting bagi diplomasi Tiongkok. "Semangat Bandung ke depannya harus memperkuat dialog dan kerja sama, juga hubungan ekonomi. Napak tilas KAA bukan hanya sekadar peringatan, namun juga sebuah janji untuk kerja sama Asia-Afrika," katanya. Presiden Tiongkok Xi Jinping direncanakan akan hadir dalam Peringatan KAA dan KTT Asia Afrika pada 19-24 April 2015. Kementerian Luar Negeri juga telah mengatakan kemungkinan pertemuan bilateral Presiden Xi dengan Presiden Joko Widodo di sela-sela konferensi.

Sumber: Antara

Perundingan Tahap Kedua Konflik Suriah Kembali Buntu

Perundingan Tahap Kedua Konflik Suriah Kembali Buntu

MOSKOW - Perundingan tahap kedua antara pihak Pemerintah Suriah dengan pihak oposisi yang dilakukan di Moskow, Jumat ini tidak berhasil mencapai kesepakatan. Perundingan itu merupakan pembicaraan lanjutan dari perundingan tahap pertama yang dilangsungkan pada Januari 2015, untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama empat tahun di Suriah. 

Dalam perundingan ini terjadi perselisihan antara delegasi pihak oposisi, dan boikot oleh Koalisi Nasional Suriah, kelompok yang dukungan Barat, yang bermarkas di Istanbul. Delegasi yang berunding hanya mencapai kesepakatan pada beberapa prinsip, seperti seruan untuk mengakhiri intervensi asing di Suriah. 

“Kami tidak bermimpi bahwa perundingan ini dapat memberikan solusi bagi setiap masalah. Namun kami berhasil mencapai kesepakatan untuk beberapa poin,” kata perwakilan delegasi oposisi, Qadri Jamli, seperti yang dikutip Reuters, Jumat (10/4/2015). 

Namun, pernyataan Qadri ini dibantah oleh Samir Alta dari Forum Demokrasi Suriah yang juga berada di pihak kelompok oposisi. Menurut Samir, tidak semua anggota delegasi setuju dengan prinsip-prinsip yang disetujui. Samir menginginkan solusi yang diberikan lebih melihat tindakan untuk membangun kembali kepercayaan dan meminta perhatian lebih kepada isu kemanusiaan di Suriah. 

“Meskipun telah begitu banyak korban jiwa yang jatuh, tampaknya Bashar al Assad tidak mengerti apa yang dimaksud dengan solusi politik. Saya pikir Rezim Suriah telah kehilangan kesempatan untuk bergerak menuju solusi politik. Dokumen ini tidak membantu membangun harapan. Sebaliknya, dokumen ini menghancurkan harapan yang ada,” tegas Samir. 

Kedua belah pihak menyetujui poin mengenai perlawanan terhadap terorisme dan campur tangan asing, tapi tidak menyetujui mengenai apa sebenarnya yang dimaksud dalam poin-poin tersebut. 

Konflik di Suriah telah berlangsung selama empat tahun dan menelan korban jiwa hingga 220.000 nyawa. Perundingan untuk menyelesaikan konflik ini di mediasi oleh Rusia yang merupakan sekutu dari Presiden Suriah saat ini Bashar al Assad.okezone.com

Sumber: Detikmiliter

Arab Saudi Serang Gudang Senjata Syiah Houthi

Arab Saudi Serang Gudang Senjata Syiah Houthi


Serangan udara koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi  terus berlangsung di Kota Sanaa, Yaman. Target utama dari serangan koalisi adalah tempat penyimpanan senjata milik tentara loyalis mantan Presiden Ali Abdullah Saleh dan sekutunya Kelompok Syiah Houthi. 

Menurut masyarakat yang tinggal diarea setempat, Target serangan udara  dari Koalisi Arab Saudi berlangsung beberapa jam itu menargetkan sebagian sarana dari Kementerian Pertahanan serta fasilitas lain.
Masyarakat sekitar mendengarkan ledakan keras dari serangan Koalisi Arab Saudi dan langit terus menyala karena serangan tersebut.

Kelompok Syiah Houthi yang telah menguasai ibu kota Yaman juga bermaksud untuk merebut Kota Aden di daerah selatan dari kelompok milisi setempat. Koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi melakukan serangan udara terhadap Houthi di negara tetangga Yaman sejak dua pekan lalu. 

Amerika Serikat (AS) sendiri selaku sekutu dari Arab Saudi menyatakan bahwa AS telah meningkatkan pasok persenjataan untuk koalisi tersebut. Mantan presiden Saleh  yang sudah diturunkan kekuasaannya pada tahun 2012 ternyata masih memiliki pengaruh kuat dalam militer.

Tentara yang setia mantan presiden ini mendukung pasukan syiah Houthi untuk berperang melawan presiden yang sah yaitu Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi. Presiden Hadi sendiri adalah mantan jenderal yang dianggap sebagai budak  bagi negara-negara di Teluk Arab serta Barat.

Sumber: Detikmiliter

Senator AS: Serangan Militer atas Fasilitas Nuklir Iran Dapat Dilakukan Secara Cepat


WASHINGTON DC— Seorang senator Partai Republik AS yang menulis surat terbuka kepada Iran yang isinya menegaskan bahwa Kongres AS punya wewenang untuk membatalkan sebuah persetujuan nuklir, kini mengatakan serangan militer terhadap fasilitas nuklir Iran dapat dilakukan secara cepat melalui upaya pengeboman hanya dalam "beberapa hari." 

Senator dari Arkansas, Tom Cotton, menjabat sebagai senator selama hampir empat bulan, tetapi telah membuat namanya terkenal sebagai anggota DPR AS paling vokal dari fraksi Republik yang tidak sekedar skeptis dengan perjanjian nuklir Iran, tapi secara terbuka mencelanya. 

Presiden Barack Obama tidak pernah mengesampingkan aksi militer AS terhadap Iran, tetapi memandangnya sebagai opsi akhir, seperti ia tegaskan dalam pidato kenegaraan State of the Union bulan Januari lalu. 

"Rakyat Amerika menuntut negara berperang hanya kalau tidak ada jalan lain. Saya bertekad menjunjung sikap bijak seperti itu," kata Obama. 

Pemikiran seperti itu lemah, menurut Senator Cotton, anggota DPR AS yang juga adalah veteran Perang Irak pertama. Ia mengecam pernyataan Presiden pekan lalu bahwa hanya ada tiga pilihan untuk membendung ambisi nuklir Iran: mencapai kesepakatan lewat perundingan, melanjutkan sanksi terhadap Iran atau melancarkan sebuah aksi militer. 

"Obama menyajikan opsi yang salah pekan lalu ketika ia mengatakan pilihannya adalah antara kesepakatan atau perang," ledek Cotton. 

Cotton tampil dalam acara radio yang diproduksi oleh kelompok advokasi Kristen konservatif, Family Research Council. Cotton mengatakan Amerika sebenarnya bisa mempertahankan "kesepakatan yang lebih baik," seperti yang disarankan PM Israel Benjamin Netanyahu. Kemudian, ia melanjutkan katanya tindakan militer terhadap Iran tidak perlu berlarut-larut dan merugikan. 

"Bahkan apabila aksi militer diperlukan - dan kita harus terus mempertahankan ancaman kekuatan militer karena hal itu memperbaiki diplomasi - Presiden memberi Anda bayangan seakan-akan opsi militer adalah pengerahan 150 ribu tentara secara besar-besaran di medan tempur di Timur Tengah seperti yang kita lihat di Irak, dan sebenarnya bukan seperti itu yang dibutuhkan," tambah Cotton. 

Cotton mengatakan sebuah serangan militer dapat meniru pemboman udara oleh AS terhadap fasilitas Irak seperti yang diperintahkan Presiden Bill Clinton tahun 1990-an, dan menurut senator itu, hal ini hanya akan berlangsung "beberapa hari." 

Juru bicara Pentagon menolak memberi komentar kepada VOA terkait pernyataan senator Cotton, tapi para pejabat AS meragukan kemampuan serangan udara tunggal untuk menghentikan kemampuan nuklir Iran. 

Lainnya memperingatkan risiko serius akibat pemboman Iran. George Perkovich, adalah seorang ahli nonproliferasi nuklir di Carnegie Endowment for International Peace, dan dia mengatakan: 

"Pertanyaan yang harus ditanyakan pada diri sendiri adalah: berapa lama serangan militer itu akan dapat membendung program nuklir Iran, dan kondisinya seperti apa? Banyak orang yang memandang hal itu akan menghentikan sementara kemampuan nuklir Iran, tetapi program itu akan diteruskan dibelakang layar," ujarnya. 

Sebuah jajak pendapat baru menunjukkan lebih banyak pemilih partai Republik yang mendukung kerangka kesepakatan nuklir Iran dibanding penentangnya, dan sekitar 40 persen masih ragu-ragu. Lima puluh persen pemilih partai Demokrat mendukung kesepakatan itu, dan hampir 40 persen Demokrat ragu-ragu.voaindonesia.com

Sumber: detikmiliter

Militer Australia Tambah Dua Pesawat Pengangkut Militer C-17

Militer Australia Tambah Dua Pesawat Pengangkut Militer C-17

Militer Australia Tambah Dua Pesawat Pengangkut Militer C-17 untuk Angkatan Udara Australia (The Royal Australian Air Force) hal ini setelah Perdana Menteri Tony Abbott mengumumkanrencana pembelian  dua pesawat pengangkut jenis C-17, sebagai bagian dari upaya belanja pertahanan senilai 1 miliar dolar.

Sebelum menambah Militer  Australia Tambah Dua Pesawat Pengangkut Militer C-17, Militer Australia telah memiliki enam pesawat C-17 Globemasters buatan Boeing. Pesawat-pesawat C-17 Globemasters buatan Boeing tersebut telah banyak berjasa dalam berbagai operasi, diantaranya pengangkutan bantuan kemanusiaan di kawasan Pasifik yang dihamtam oleh badai topan hingga operasi pengangkutan jenazah korban pesawat MH17.

Denagan adanya tambahan dua pesawat C-17 untuk militer Australia akan memberikan dukungan penting bagi keberlangsungan operasi di kawasan serta dunia internasional untuk meningkatkan kemampuan Australia dalam upaya penyelamatan bencana dan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Sumber: Detik Militer

TNI AU Remajakan Alutsista

TNI Angkatan Udara berupaya memodernisasi dan memperbanyak jumlah pesawat dengan tujuan memaksimalkan fungsi pertahanan udara di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Berdasarkan data TNI AU, ada 29 pesawat yang diterima pada 2014 lalu, yaitu 16 Sukhoi, 8 pesawat Super Tucano dan 5 unit F16.

“Ke depan ada modernisasi pesawat tempur, transport, heli,” tutur Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna di Skuardron 2 Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (7/4/2015).

Modernisasi tak hanya sebatas itu, tapi juga radar untuk mendeteksi pesawat asing. Agus menjelaskan, TNI AU saat ini memiliki 22 radar, namun jumlah ini masih kurang.

Secara perhitungan, imbuh Marsekal Agus, diperlukan 32 unit radar agar pengamanan wilayah udara dapat mencakup seluruh NKRI. Pemenuhan kebutuhan itu dapat terwujud, tapi bertahap.

“Radar datang 2 tahun ini. Mudah-mudahan setiap tahun bertambah,” jelas Agus.
Selain menambah radar, Agus juga berencana pesawat peringatan dini atau Early Warning Airbones dapat diadakan sehingga memperkuat upaya anggota melindungi wilayah udara RI jika sewaktu-waktu ada pesawat asing yang menyusup.

Ia melanjutkan, untuk pengadaan Sukhoi 35 atau F-16 Block 70 yang direncanakan menggantikan pesawat lawas F-5 Tiger, Agus menyerahkan hasil akhirnya kepada Kementerian Pertahanan atau Kemhan. Karena tugas TNI AU hanya mengkaji spesifikasi pesawat tempur, bukan menentukan pilihan.

“Kita ajukan ke Kemhan dan tunggu keputusannya. Tapi pihak Sukhoi 35 dan juga F-16 Block 70 menyatakan sanggup secara bertahap penyediaannya,” tandas KSAU Marsekal Agus Supriatna. (Liputan6.com).

Sumber: JKGR
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com